Jumat, 12 April 2013

Soal & Jawaban Latihan II MYOB


1)  Tuliskan langkah-langkah import akun ke dalam database ke perusahaan anda!
a)  Pilih Menu File -> Import Data ->  Accounts  -> Account Informations
b)  Look in : c:/22120806/Accounting/Premier12/akun1.txt.
c)  Pasangkan Kolom kiri dengan kolom kanan dengan cara :
     -  Klik pada satu filed di kolom kiri.
·    - Klik pada field yang sama dikolom kanan.
d)  Klik Match All
e)  Klik Import Data
f)   Klik OK 

 2) Tuliskan langkah-langkah untuk merubah pajak GST menjadi PPN!
 a)  Pilih dan klik menu List pada tampilan menu bar – Tax Codes. Kotak dialog Tax Code List  ditampilkan, Anda perhatikan isian kode pajak disesuaikan dengan yang berlaku di Australia.
 b)  Klik icon New. Kotak dialog Tax Code Information ditampilkan.
 c)  Isikan data sesuai dengan yang Anda maksudkan seperti berikut ini:
      - Tax Code : diisi dengan kode pajak, dalam kasus ini PPN/VAT.
    - Description : diisi dengan penjelasan sesuai dengan kode pajak yang telah diisikan pada Tax Code, dalam kasus ini Pajak Pertambahan Nilai/Value Added.
      - Tax Type : klik drop-down dan pilih salah satu tipe pajak dalam kasus ini Goods & Services Tax
      - Rate : iisi dengan tarif pajak, dalam kasus ini tarif PPN adalah 10%.
     -  Linked Account for Tax Collected :diisi dengan nomor rekening PPN Keluaran/VAT Out, isian inilah yang mengaitkan tabel pajak – PPN/VAT dengan rekening PPN Keluaran/VAT Out.
     - Linked Account for Tax Paid: diisi dengan nomor rekening PPN Masukan/VAT In, isian inilah yang mengaikan tabel pajak – PPN/VAT dengan rekening PPN Masukan/VAT
 d) Klik tombol OK, proses pencatatan pajak dengan kode PPN/VAT selesai. Kode PPN/VAT tersebut selanjutnya tercantum dalam tabel pajak pada Tax Code List.

3) Tuliskan langkah-langkah untuk multiple currency dan merupah mata uang (local) menjadi rupiah!

a)  Pilih Menu Setup -> Preference
b)  Aktifkan Tab I Deal in Multiple Currency,  klik OK.
c)  Pilih Menu List -> Currency
d)  Double klik mata uang yang ada lambang (Local) untuk merubah mata uang Singapore menjadi Rupiah.
e)  Edit Tampilan yang ada.
f)  Hingga Currency List untuk mata uang local menjadi rupiah!

4) Tuliskan langkah - langkah untuk transaksi jurnal umum!

a)  Klik Record Journal Entry
b)  Tulis General Journal
c)  Tulis tanggal yang anda ingin masukan
d)  Tulis keterangan di memo
e)  Masukan nomer account pada Acct#
f)  Tulis nama accountnya
g) Tulis nominalnya pada kolom debet/kredit
h) Setelah itu klik Record

5) Tuliskan langkah - langkah menghapus dan merubah rekening!

a) Aktifkan rekening yang akan dihapus
b) Klik edit yang terdapat dalam baris menu bar
c)  Pilih dan klik menu Delete Account, dan proses penghapusan selesai
 

Jumat, 29 Maret 2013

KIDS :)


I miss kindergarten, where homework was 2+2 and drama was when someone stole your crayon - unknown.

2 hari lalu, saya menghadiri ulang tahun tetangga saya yang berumur 6 tahun, namanya carrisa. Jujur, saya sempet mikir juga waktu anak ini mengundang saya, anak ini bercanda atau apa yah? Lebih ke lucu aja sih, seumur saya datang ke pesta anak umur segitu. Sempet mikir ngga mau dateng, tapi saya terlanjur luluh dengan kepolosan anak itu saat mengundang saya. Singkatnya, saya bersyukur sih akhirnya saya dateng juga, selain saya bisa nostalgia dengan suasana yang lama saya rindukan, saya pun akhirnya mendapatkan inspirasi untuk menulis ini. Horeee (y) 

Suasana dipesta itu membuat saya sangat bernostalgia dengan masa kecil saya. Ketika saya seusia itu pun saya melakukan hal yang sama. Bernyanyi, bertepuk tangan, berlari, bermain dan bercanda tanpa memikirkan apapun, seolah tidak ada hari esok. 

Bukannya saya tidak bersyukur dengan semua perjalanan hidup saya ini, tapi saya menyadari semakin bertambah usia saya, semakin hidup ini menjadi rumit. Masalah menjadi bermacam-macam. Kalo mengingat masa kecil, hidup itu rasanya lebih simpel. PR hanya  perkalian atau mengeja kata. Masalah di saat itu paling hanya seorang teman yang mengambil pensil saya tanpa izin, atau paling simple menyelak barisan saat baris-berbaris. Mana ada orang-orang berpikiran kotor yang mencari keuntungan diri sendiri dan menjatuhkan diri saya hanya demi sebuah nilai pada saat TK? Mana ada anak TK yang harus mengerjakan PR riset ke perusahaan atau mengerjakan tugas-tugas sampai larut malam? Ehem, maaf curhat.

Intinya, semakin dewasa, semakin pikiran ini terbuka. Semakin saya melihat bahwa dunia bukan hanya berisi ibu guru, dokter, atau insinyur. Semakin saya mengerti bahwa kelakuan tidak baik definisinya lebih dari sekedar membolos sekolah. Semakin saya mengerti juga bahwa jenis hewan itu bukan hanya kancil dan buaya. Dan hasil dari semuanya itu, semakin rumit pula isi kepala saya. hahaha

Saya kangen rasanya menjadi anak kecil. Ketakutan terbesar saya waktu itu hanyalah mati lampu di malam hari atau suara mesin penyemprot nyamuk DBD di komplek rumah. Saya kangen dengan pikiran saya yang lebih polos dan belum tercemar segala kerumitan hidup, di mana saya bisa berpikir dengan lebih simpel dan tidak muluk-muluk. Tidak perlu repot-repot membela diri dan memperjuangkan harga diri, karena ada orang tua yang setia melindungi.

Tapi di atas itu semua, tentu saya bersyukur saya semakin dewasa. Saya bisa menyadari dunia yang lebih luas, beragam, dan penuh dengan orang-orang yang unik dan menyenangkan. Pikiran semakin terbuka dan menurut saya ini hal yang baik. Tidak menjadi sempit dan terpaku pada diri sendiri. Ini cukup menyenangkan buat saya, menyadari bahwa saya tidak 'sendirian' di muka bumi.

Hanya satu hal saya sayangkan, betapa bodohnya diri saya semasa kecil karena ingin cepat-cepat menjadi dewasa. Andai saya tahu bahwa menjadi dewasa itu tidak sekeren dan semenyenangkan yang terlihat, tentu saya akan lebih menikmati masa-masa di kala itu.

Satu pelajaran bisa saya petik, nikmatilah waktu-waktu yang ada sekarang. Seberat apapun saat ini, saya harus bisa sadar ini adalah yang terbaik untuk saya jalani. Tanggung jawab dan usia tidak bisa dihindarkan sementara waktu terus berdetak. Yang bisa saya lakukan hanya tersenyum dan menjalani apa yang ada dengan mulut yang tak henti mengucap syukur. 

Sabtu, 23 Maret 2013

Manusia Yang Satu Ini :)



Hei kamu.

Iya, kamu yang selalu bisa membuat saya tertawa. Kamu yang juga bisa membuat saya tenang ketika tekanan datang dari semua arah. Kamu tidak pernah berusaha untuk membuat saya nyaman, tapi berada di samping kamu saya merasa di rumah.

Saya tahu kamu tidak merasa telah memberi, tapi kamu sudah menjadi seperti matahari di saat mendung. Kehadiran kamu tidak selalu terlihat di setiap kelabu, tapi saya tahu kamu selalu memperhatikan. Saya tahu jika saya mencari, kamu ada dan saya akan menemukan kamu.

Kamu membuat saya belajar untuk berani menjadi diri sendiri. Kamu bukan malaikat yang bisa hadir setiap detik, tapi akan ada saatnya kamu datang dengan senyum jahil yang khas di wajahmu. Berbagi suka dan kehangatan yang kemudian menetap di dalam hati, menjadi kekuatan  yang membuat saya berani melangkah.

Terima kasih ya, untuk semuanya.

Minggu, 03 Maret 2013

HEY, I'M OKAY ☺


Hello everyone.. Aah~ akhirnya saya kembali lagi dalam dunia per-blogan ini. Betapa saya sangat rindu untuk menulis, tapi apadaya karena banyaknya hal yang harus dikerjakan dan  dilakukan, maka hasrat untuk menulis pun harus ditunda dulu hehe :)


Baiklah langsung saja ya. Jadi begini, barusan saya cek e-mail. Ada sebuah e-mail dari FutureMe dengan subject 'Hey, this is yourself'. Saya jadi inget, tepat setahun yang lalu saya login di FutureMe.org dan mengirimkan sebuah e-mail untuk diri saya di masa depan. Ternyata hari ini adalah masa depan yang dimaksud. Dengan cepat saya buka, penasaran apa yang saya tulis tahun lalu.


"Hey, Apa kabar? Semoga kau baik-baik saja :) Ketika kau membaca ini, kau harus semakin kuat dalam menjalani segalanya. Ingat, harus tetap kuat dan semangat! :)"


Jujur saya sudah lupa isinya, bahkan lupa kalau saya sempat mengirim e-mail untuk diri saya di masa depan. Jadi sedikit sendu ketika membacanya. Halah.

Saya ingat kondisi setahun lalu ketika saya menulis e-mail tersebut. Saya sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja dan sangat ingin memutar waktu untuk melihat keadaan di depan.

Hari inilah masa depan yang dimaksud. Kondisi saya pun baik-baik saja. Sempat jatuh, tapi masih bisa berdiri. Ternyata cukup sedih-sendu-mellow gimana gitu ya membaca e-mail dari diri sendiri. Terutama pesannya. Seperti ditanyakan oleh seorang teman dari jauh yang masih peduli dengan saya.

Agak aneh sebenarnya kalau dipikir-pikir. Itu kan diri saya sendiri, hahaha. Apa mungkin karena lagu-lagu Sigur Ros yang sedang saya dengar sekarang? Entahlah.

Tapi yang pasti, kondisi saya baik. Dari segala hal yang menimpa, yang saya anggap akan melumpuhkan saya, ternyata saya baik-baik saja. Terima kasih, Tuhan.

Senin, 10 Desember 2012



I was dreaming so long last night. Well, I cannot really recall the chapters in order, but I do remember some parts. It was about two people who were in love deeply. I was more about an observer, so I was watching their life. Somehow they cannot be together, and why my dream felt so long, maybe it’s because the road of their love life was playing all night. I failed to remember the dialogues and the scenes, but the feeling of watching them is so miserable and pitiful.
I remember the background is in a lonely beach, with the sun setting down. The sky was full of yellow and orange clouds, and the dark sea sparkles. It was very movingly beautiful. At that time, I was sitting on a dark porch near the beach, holding a pen with a paper on a pad. I was not really understand what to do, as I was in deep concentration of watching the two lovebirds.
It seems when my dream was about to come to an end, I saw them was trying to figure out what they wanted to do with their relationship. Eventually, they asked God for their fate. And God granted their wish, to let them not apart, but with a sacrifice.
Suddenly they turned around and looked at me gracefully. I was confused. Slowly, they transformed into two children. They were holding hands, and still looking at me. I stood up, and approached them slowly. I sat on a flat rock near them, still holding the pen and the paper. After transforming into children, the boy hugged the girl tightly.
It was very moving to see them. But the story didn’t end at that moment. The girl cried in silence, as the boy stop hugging her and walked backwards. Again, I’m very confused. Wasn’t that their happy ending?
Apparently not. Slowly, a pair of wings grew from the boy’s back. He became an angel, and he was carried up from the ground. They didn’t say anything, but some way, I can hear them talking in my heart.
The boy promised God that he would do anything to keep them together. His request was approved, but in return, he cannot be with the girl as a human, but in the form of an angel. He will be able to watch over her and see her. Once a month, on that date, the girl will be able to see him. Their life would go on like that until the death of the girl. And when that time comes, the girl would transform into an angel like him, while the eternity waited for them.
The boy disappeared. The girl was still standing, trying to absorb what really happened. I came towards her. She smiled at me, and asked me to write about what I saw from the beginning. Then, she left me. I went back to the dark porch and start writing in grace.
I think it’s not a tragedy. It’s more like a sacred love struggle that reminds me to strengthen myself in my own love life. It costs everything to keep a love. Although I have to spend all I have to keep that sacred feeling, I will not lose them. It’s worth the effort.

Rabu, 14 November 2012

Be Thankful! :)



Bersyukur, bersyukur, dan bersyukur.

Mungkin kata-kata ini sering kita bisikkan dalam hati, berusaha memotivasi diri kita untuk mampu melakukannya, dan mempertahankannya dalam keseharian kita. Namun terkadang hal ini sulit untuk dilakukan. Aku selalu punya pemikiran seperti ini:
1. Bersyukur dalam kelebihan (ketika kita diberi kesehatan, kesuksesan, dsb) merupakan sesuatu yang sudah seharusnya kita lakukan.
2. Bersyukur dalam kekurangan (ketika kita sakit, gagal dalam kuliah/pekerjaan, dsb) merupakan sesuatu yang luar biasa jika mampu kita lakukan.
Namun apa yang seringkali terjadi? Kita yang dalam keadaan berkecukupan, namun masih juga tidak bersyukur. Kita yang memiliki segalanya, masih juga bersungut-sungut. Lalu bagaimana jika kita sedang berada dalam kekurangan? Mungkin tanpa sadar, kita tak pernah lagi bersyukur. Kalau kita tidak mampu untuk bersyukur dalam kelebihan, kita takkan pernah mampu untuk bersyukur dalam kekurangan. In daily life we must see that it isn't happiness that makes us grateful, but gratefulness that makes us happy :)

Suatu ketika, seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya untuk mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang di desa tersebut sangat miskin. Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat kumuh dan kotor.

Pada perjalanan pulang, sang Ayah kemudian bertanya kepada anaknya: "Nak, bagaimana perjalanan kali ini?"

kemudian sang anak menjawab:
"Wah, sangat luar biasa, Ayah!!"

Ayahnya berkata lagi:
"Kau lihat kan betapa mereka sangat miskin!
Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?"

Kemudian si anak menjawab demikian:
"Selama berada di sana, aku menyaksikan bahwa:

Kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.

Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ke tengah taman,
dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.

Kita mengimpor lentera-lentera untuk taman kita,
dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.

Kita memiliki patio sampai ke halaman depan,
dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.

Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal,
dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita.

Kita memiliki pelayan-pelayan untuk melayani kita,
dan mereka melayani sesamanya.

Kita membeli untuk makanan kita,
dan mereka menumbuhkannya sendiri.

Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita,
dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi."

Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berkata-kata lagi..

Kemudian sang Anak menambahkan:
"Terima kasih, Ayah.. Kita mungkin tidak memiliki segalanya berlimpah seperti mereka. Namun dengan bersyukur, aku merasa hidupku sempurna."

Terkadang.. Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita miliki. Dari kisah ini, aku belajar bahwa apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang nyatanya bisa menjadi dambaan/harapan bagi orang lain. Sehingga hal bersyukur ini merupakan sesuatu yang subjektif, dan tergantung oleh cara pandang kita masing-masing.. Sang Ayah dalam kisah ini merasa bahwa orang-orang yang hidup di kampung tersebut jauh lebih miskin hidupnya dibandingkan dirinya, tetapi sang Anak? Ia berpikir sebaliknya.. Namun sang Anak yang berpikir sebaliknya itu tidak kemudian menjadi bersungut, atau kecewa, atau bahkan iri hati. Ia tetap bersyukur, karena ia tahu, dengan bersyukur hidupnya menjadi sempurna. How do you think determines of how you give thanks.. and always look for the positive side, that would be the best answer.. :)

Jadi, kalau kita sering berpikir kalau kita berkekurangan (aku kurang tinggi, aku kurang cantik/ganteng, aku kurang pintar, aku kurang kasih sayang, dsb), berpikirlah dengan cara pandang yang berbeda, bahwa di luar sana ada begitu banyak orang yang ingin hidupnya seperti kita. Karena itu, bersyukurlah! Berpikir positif dalam memandang segala sesuatu. Bukan hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi kapan kita akan mampu melakukannya kalau kita tidak berusaha memulainya? :)

"Our first breath in the morning maybe is somebody's last. That itself, is a reason enough to be grateful and happy in life. Don't think about the things you didn't get after praying, but think about the countless blessings God gives you everyday, even every seconds, without asking.."

Minggu, 14 Oktober 2012

Re-post of: Beautiful Passage From a Friend :)



Bandung, 20 September  2012.

Dari sekian banyak manusia di dunia, tidak ada satupun yang bisa menjelaskan mengapa diri kita bisa datang dan terlahir untuk hadir didalam suatu keluarga.

Dari sekian banyak manusia, dari sekian banyak tempat di dunia, kita semua terlahir dan hadir tanpa memilih, tanpa dipilih, tanpa terpilih, didalam keluarga yang berbeda-beda. 

Keluarga yang merupakan kesempurnaan pertama yang kita punya, satu-satunya harta yang kita dapatkan secara cuma-cuma, salah satu dari definisi tentang hal yang tak ternilai harganya.
Selanjutnya, keluarga yang mengenalkan kita kepada dunia luar, dunia yang kita belum kenal, dunia yang belum kita ketahui akhirnya.

Di dunia luar, dari sekian banyak manusia yang ada, tidak ada satupun yang bisa menjelaskan mengapa aku dan mereka bisa bersama, kenal, duduk di meja yang sama, bercanda, tertawa.

Kami berasal dari keluarga yang berbeda, keluarga yang awalnya pun tidak mengenal satu sama lain, tinggal di tempat yang jauh berbeda-beda, tetapi hanya awalnya lah yang akan menjadi rahasia.

Jikalau semuanya memang sudah ditentukan oleh sang pencipta, merekalah harta-harta tak ternilai lain yang aku yakini sudah disiapkan oleh-Nya. Aku tak pernah mencari mereka, aku tidak menemukanya, tetapi terasa bahwa ‘merekalah orangnya’ saat aku hadir diantaranya. Aku tidak mau memberi mereka nama, aku belum temukan istilah yang tepat dari definisi yang kupunya.

Mereka bukanlah wajah-wajah yang hadir dan ada didalam tiap hariku di dunia, tetapi jika Tuhan memberi aku izin untuk hidup 1000 tahun lagi, merekalah yang aku minta untuk tetap ada, jadi yang kedua setelah keluarga. Tempat yang aku pilih jika ada jin yang mau mengabulkan permintaanku saat aku terdampar di pulau entah dimana. 

Tugasku hanya bersyukur dan menjaga. Walau mereka tak setiap hari ada, walau mereka yang jarang ku lihat di depan pandangan mata, tetapi tempat mereka masing-masing di hati ini  sudah ada dari sananya.

Rumah kedua, ini semua sudah sempurna, aku sudah merasa bahagia, apalagi yang kubutuhkan selain mereka?


- Samantha Josephine 

 

Template by BloggerCandy.com