Kamis, 18 Juni 2015

21:50



Setiap orang yang berjiwa besar punya kisah dibelakang layar yang berantakan. Mereka pernah takut, kuatir, ragu, dan menangis. Mereka pernah berjalan didalam kegelapan yang seakan tanpa akhir. Mereka pernah terintimidasi. Mereka pernah jatuh. Mereka pernah kehilangan makna hidup. Mereka pernah merasa bahwa mereka hanyalah orang-orang yang bermimpi terlalu muluk.

Hanya saja mereka tidak pernah berhenti berjalan atau bahkan merangkak. Mereka tidak pernah berhenti bergerak maju. Mereka memacu dirinya sendiri untuk terus berjalan dengan penuh harapan. Mereka berjuang sendiri dengan segenap kekuatan yang mereka punya untuk selalu berada dalam ritme yang benar.

Didalam hening mereka berteriak, didalam hening mereka menangis, didalam hening mereka mereka-reka dan mencari jawaban. Tidak banyak yang tahu kisah dibelakang layar ini, karena yang terpenting bukan pengakuan dan simpati dari orang lain, melainkan hubungan yang personal dengan penciptanya.

Minggu, 17 Mei 2015



Di sebelah kiri dia tidak ada. Dia juga tidak terlihat di sebelah kanan. Mata saya tetap mencari potongan dari surga yang jatuh ke bumi itu.

Ke mana? Hilang begitu saja dan saya hanya bisa menatap lama.

Sepi dan bisa mendengar detak jarum jam di ruang ini. Kosong. Jutaan manusia tidak ada artinya bagi mata saya yang hanya mau melihat kamu.

Sampai kapan, tidak ada yang tahu. Hanya saja semoga tidak lama.


Sabtu, 09 Mei 2015

16:35



Saat ini saya lagi me-time, mendengarkan lagu di kamar dengan playlist acak dan secangkir kopi. Menyenangkan.

Sebenarnya saya sudah lama membiasakan me-time ini, karena saya sadar saya butuh waktu saya sendiri untuk mengisi ulang 'tabung energi' emosi. Akhir-akhir ini saya pun kekurangan waktu untuk itu, mungkin hampir ngga ada.

Dan weekend ini saya punya kesempatan untuk mengisi ulang 'gelas' emosi saya. Walaupun inginnya menjauhkan handphone dan mengunci pintu kamar tapi tetap saja saya ngga bisa egois kan. Saya punya beberapa hal untuk dikerjakan dan juga berinteraksi dengan orang lain.

Me-time bisa dibilang sebagai waktu heningnya saya. Membuat saya memikirkan kehidupan yang sudah saya jalani, mengingatkan kembali siapa diri saya sendiri, dan dimana 'rumah' saya. Membuat saya ingat kepada hal-hal yang esensi, dan mengingatkan saya akan kemampuan dan identitas diri saya.

Waktu hening itu penting, tapi bukan artinya kita menjauhkan semua orang disekitar kita. Waktu hening itu  menurut saya artinya kita berpamitan dengan sopan dengan orang-orang disekitar kita, lalu masuk ke kandang sendiri. Setiap orang punya tanggung jawab, baik pekerjaan maupun peran. Sebutuh apapun kita akan waktu hening itu, semua tanggung jawab tetap harus dilaksanakan dengan baik.

Jadi intinya adalah, tahu batasan diri sendiri, sejauh mana kemampuan kita. Mengatur skala prioritas dan memastikan setiap hal berjalan dengan baik adalah salah satu tolak ukur kedewasaan. Memenuhi segala yang esensi supaya 'bensin' terisi buat mendorong diri menyelesaikan tanggung jawab kemudian membatasi dan mengontrol diri supaya punya waktu yang cukup untuk kembali mengisi 'bensin' tersebut.


Taman



Taman punya kita berdua
tak lebar luas, kecil saja
satu tak kehilangan lain dalamnya.
Bagi kau dan aku cukuplah
Taman kembangnya tak berpuluh warna
Padang rumputnya tak berbanding permadani
halus lembut dipijak kaki.
Bagi kita bukan halangan.
Karena
dalam taman punya kita berdua
Kau kembang, aku kumbang
aku kumbang, kau kembang.
Kecil, penuh surya taman kita
tempat merenggut dari dunia dan 'nusia

Chairil Anwar, 1943


Selasa, 29 Juli 2014

:)


Hujan... tanpa perlu kau minta aku 


merindumu sepanjang masa bahkan ketika 


kau baru saja menyapa bumi hingga basah.



Jumat, 30 Mei 2014

Selamat Ulang Tahun, Mama :)


Untuk MAMA...
Yang telah mengandung, melahirkan dan membesarkanku.
  
Yang telah mengajarkanku banyak hal.

Yang telah mengisi hidupku dengan sejuta cinta.

Yang setiap hari menanyakan bagaimana hari-hariku.

Yang setiap hari berpesan,
"Jangan lupa makan, kak"

Yang setiap kali langsung panik ketika aku lama membalas sms atau mengangkat teleponnya..

Yang setiap malam menelepon,
"Kak, mau titip makanan apa?" - saat aku berada di rumah.

Yang telah mengenalkanku pada Tuhan Yesus sejak aku kecil.

Yang selalu mengajarkanku untuk percaya dan mencari kehendak-Nya. 

Yang selalu meyakinkanku bahwa hidup ini di tangan-Nya. Kita tidak perlu takut akan hari esok.

Yang selalu menenangkanku,
"Udah, ngga usah stress menghadapi ujian. Tugasmu hanya berdoa dan belajar."

Yang selalu berusaha mengertiku meski terkadang tak mudah. 

Yang selalu berusaha mengalah saat aku keras kepala.

Yang selalu mengkhawatirkanku setiap saat dan setiap waktu.

Yang selalu memikirkanku siang dan malam.

Yang selalu mendoakanku tanpa putus.

Yang selalu menyayangiku tanpa lelah.

Yang selalu mencintaiku tanpa batas.

SELAMAT ULANG TAHUN, MAMA!!!

Thank you so much for everything..

I wish you all the happiness and blessings from Heaven! My prayers always be with you.

Love,
Your proud daughter :)

Selasa, 11 Maret 2014


Wajah khasmu, terukir tawa di situ. Tak ada lagi mendung kelabu atau hujan karena matahari selalu hadir kini. Kau.

Rotasimu menarikku, menciptakan dunia yang hanya kita bisa memahaminya. Kau yang membuat aku yakin bahwa surga dunia itu ada.

Seperti mimpi, karena realita terlalu indah untuk dianggap nyata. Realita ini, kau dan aku.


Kita.

 

Template by BloggerCandy.com